Kericuhan Suporter di Laga Persita Vs Persija, Komdis PSSI Segera Ambil Keputusan

SERANG, Lintas Olahraga. Com — Insiden kericuhan suporter mewarnai pertandingan pekan kelima BRI Super League 2026/2027 antara Persita Tangerang dan Persija Jakarta di Banten International Stadium, Serang, pada Sabtu 17 Oktober 2026 malam. Hingga saat ini, kasus tersebut masih menanti keputusan resmi dari Komite Disiplin PSSI.

Pertandingan yang berakhir dengan kemenangan dramatis Persita dengan skor 3-2 tersebut sempat diwarnai ketegangan di tribun. Gesekan antar suporter pecah di tribun utara dan selatan saat jeda babak pertama, sehingga laga terpaksa dihentikan sementara selama sekitar 20 hingga 30 menit.
Petugas keamanan, panitia pelaksana, hingga kapten Persija Rizky Ridho langsung turun tangan menenangkan massa. Upaya tersebut akhirnya berhasil meredakan ketegangan dan pertandingan dapat dilanjutkan kembali dengan suasana yang lebih nyaman.
Situasi ini tentu menjadi sorotan, mengingat Persija sebelumnya baru saja menerima sanksi berat dari Komdis PSSI pada September 2026 lalu akibat ulah suporter. Kini klub berpotensi menghadapi denda atau sanksi tambahan administratif jika terbukti ada pelanggaran kembali.
Pelatih Persija, Shin Tae-yong, mengakui kejadian tersebut mengganggu konsentrasi para pemain di lapangan. Meski begitu, tim diminta segera mengalihkan fokus dan bangkit untuk menghadapi pertandingan selanjutnya melawan Arema FC.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan sikap tegas terkait kejadian ini. PSSI telah membuka pintu bagi kehadiran suporter tamu dengan harapan sepak bola dapat dinikmati secara sehat dan damai. Namun, jika kepercayaan ini dirusak oleh oknum suporter, sanksi tegas tidak main-main akan langsung dijatuhkan.
Regulasi sudah jelas dan disepakati bersama I-League. Siapa pun yang ruuh, siap-siap menerima hukuman berat, termasuk pengurangan poin di klasemen. Tidak ada ruang bagi anarki di sepak bola Indonesia, tegas Erick Thohir. PSSI tidak akan mentoleransi tindakan vandalisme, anarkisme, dan memaksakan di stadion. Erick Thohir memastikan Komisi Disiplin PSSI akan bergerak cepat menginvestigasi kronologi kejadian tersebut.
Dengan adanya kejadian ini, Persija tidak hanya kehilangan catatan tak terpecahkan di kompetisi domestik, namun bersama Persita Tangerang, kedua tim kini berada di bayang-bayang hukuman berat dari Komdis PSSI. Keputusan ini berpotensi mengubah peta persaingan papan atas liga musim ini. Pesan tegas ini menjadi peringatan bagi seluruh klub dan suporter sepak bola Indonesia, bahwa kebebasan mendukung tim kesayangan tetap dijamin, namun disiplin dan menghormati adalah syarat mutlak yang tidak boleh dikompromikan. ( Iding )***




